BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Minggu, 18 Oktober 2009

REFLEK FLEKSOR MENARIK DIRI

Lintasan, sirkuit gema

Jaras refleks polisinaptik bercabang-cabang dengan sangat rumit. jumlah sinaps di setiap cabang beragam. Karma terjadi pelambatan sinaptik di setiap sinap, aktifitas di cabang-cabang yang memiliki sinaps lebih sedikit, akan mencapai neuron motorik terlebih dahulu, dan kemudian di ikuti oleh aktivitas di jaras yang lebih panjang. Hal ini menebabkan neuron motorik menerima bombardier impuls untuk waktu yang lama dari satu rangsangan saja, dan akibatnya terjadi respons yang memanjag pula terlebih lagi beberapa jalur cabang berbalik di jalurnya sendiri, seingga memungkinkan aktivitas tersebut bergema sampai tidak mampu lagi menimbulkan permbata respons transinaptik dan menghilang sendiri. Sirkuit bergema semacam ini sering terjadi di otak dan medulla spinalis(ganong, 2008, 139).


Manfaat refleks menarik diri.

Refleks fleksor dapat dtimbulkan dengan rangsangan yang tidak berbahaya di kulit atau peregangan otot, tetapi refleks fleksor kuat yang di sertai gerakan menarik diri hanya dibangkitkan oleh rangsangan noxius atau rangsangan yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi hewan tersbut. Oleh karma itu rangsangan ini dinamakan rangsangan nosiseftif. Sherrington mengatakan bahwa kegunaan respon menarik diri adalah untuk menyelamatkan nyawa. Fleksi pada ekstremitas yang di rangsang akan menjauhkan tungkai tersebut dari sumber iritasi, dan ekstensi dari ekstremitas yang lain akan menyangga tubuh. Pola respon yang akan diambil keempat ekstremitas membuat hewan berada pada posisi untuk lari dari rangsangan yang ‘menyakitkan’ itu. Refleks menarik dir sangat kuat; refleks ini menguasai jaras spinal sehingga membatalkan semua aktivitas refleks lain yag terjadi secara bersamaan(ganong, 2008, 142).

Fraksional & okulasi

Sifat lain respon menarik diri adalah bahwa rangsangan supra maksimal yang diberikan pada syaraf sensorik manapun di ekstremitas tidak akan pernah menghasilkan kontraksi otot fleksor sekuat kntraksi yang timbul akibat rangsangan listrik yang langsung diberikan pada otot-otot tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa masukkan aferen membagi-bagi (fractionate) kelompk neuron motorik, yaitu setiap implus hanya masuk ke sebagian dari kelompok neuron motorik untuk otot fleksor pada ekstremitas itu saja. Sbaliknya, bila seluruh masukan sensorik di potong dan dirangsang secara bergantian, penjumlahan tangan yang ditimbulkan oleh perangsangan secara bergantian, penjulahan tangan yang ditimbulkan oleh perangsangan listrik yang langsung diberikan pada otot itu atau perangsangan seluruh syaraf sensorik secara bersamaan. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai masukkan aferen tersebut menggunakan bagian neuran motorik yang sama dan bahwa okulasi terjadi bila seluruh implus dirangsang secara bersamaan(ganong, 2008, 141).



Respon ekstensor silang

Kira-kira 0,2 sampai 0,5 detik sudah suatu stimulus menimbulkan reflek fleksor pada salah satu anggota tubuh, anggota tubuh yang lain mulai memanjang. Keadaan ini disebut reflek ekstensor silang ( crossed extensor reflex). Ekstensi yang terjadi pada anggota tubuh lain ini dapat mendorong sluruh tubuh menjauhi obyek menyebabkan stimulus nyeri pada otot tubuh yang menarik diri(guyton, 2007,714)

Contoh refleks menarik diri






SIFAT-SIFAT UMUM REFLEKS

Rangsang ade kuat

Rangsangan yang memicu terjadinya refleks umumnya sangat tepat (presisi). Rangsangan ini dinamakan rangsangan adekuat untuk reflekstersebut. Suatu contoh yang jelas adalah refleks menggaruk pada anjing(ganong, 2008, 141).

Jalur bersama akhir

Neuron motorik yang mempesyarafi serabut ekstra fusal otot rangka merupakan bagian eferen dari berbagai lengkung refleks. Seluruh pengaruh persyarafan yang memengaruhi kontraksi otot pada akhirnya akan tersalur melaluli lengkung refleks ke otot tersebut, dan karna itu dinamakan jalur bersama akhir (final common path) sejumlah besar masukan implus bertemu di tempat tersebut. Memena permukaan neuron motorik dan dendrite nya rata-rata menampung 10.000 simpul sinaps. Sedikitnya terdapat lima masukan dari segmen spinal yang sama untuk neron motorik spinal tertentu. Disaming itu, terdapat masukan eksitatorik dan inhibitorik, yang umum nya ipancarkan melalui interneuron, dari berbagai bagian medulla spinalis lain dan traktus desendens yang panjang dan multipel dari otak. Seluruh jaras ini berkumpul dan menentukan aktivitas jalur sersama akhir(ganong, 2008, 142).

Berbagai keadaan eksitasi & inhibisi sentral

Penyebaran ke atas dan kebawah ini sepanjang medula spinalis karma pengaruh penggabungan daerah bawah ambang yang ditimbulkan oleh rangsangan eksitasi telah dibahas sebelum nya. Efek inhibitorik langsung dan prasinaps juga dapat menyebar. Efek ini umumnya bersifat sementara. Namun medulla spinalis juga menunjukkan perubahan eksitabilitas yang berkepanjangan, yang mungkin disebabkn oleh aktivitas pada sirkuit bergema atau pengaruh mediator sinaps yang berkepanjangn. Istilah keadaan eksitasi sentral dan keadaan inhibisi sentral digunakan untuk menggambarkan keadaan berkepanjangan yang mamperlihatkan pengaruh ekstasi mengalahkan pengaruh inhibisi atau sebalik nya, bila keadaan eksitasi sentral kuat, implus eksitasi tidak saja hanya menyebar ke berbagai daerah somatic medulla spinalis melainkan juga kedaerah otonom. Pada orang yang megalami paraplegia kronis(ganong, 2008, 142).

Habituasi & sensitiasi respons refleks

Kenyataan bahwa respons refleks bersifat stereotipiktidak menghilangkan kemngkinan bahwa respons tersebut badap berubah melalui pengalaman . contohnya adalah habituasi sensitisasi, yang dibahas dalam bentuk fungsi sinaps dan dalam hubungan nya dengan pross belajar da daya ingat(ganong, 2008, 142).

LANI

0 komentar: